Sabtu, 17 Juli 2021

 

Materi Kelas VI Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 3-4

Sabtu, 17 Juli 2021

 

Assalamualaikum anak-anak hebat, jumpa lagi dalam pembelajaran kelas VI. Siap semangat belajar semuanya?

Hari ini kita akan mempelajari beberapa materi yaitu Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif, Membuat kesimpulan dari teks yang dibaca, dan Sikap yang mencerminkan sila ketiga Pancasila.

Materi Pertama – Perkembangbiakan Tumbuhan secara Vegetatif

Perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif artinya perkembangbiakan tumbuhan tanpa melalui perkawinan. Perkembangbiakan vegetatif ada dua yaitu secara alami dan buatan. Alami, artinya perkembangbiakan vegetatif terjadi dengan sendirinya, sedangkan buatan artinya perkembangbiakan vegetatif dibantu oleh manusia.

Manfaat perkembangbiakan vegetatif antara lain:

1.    Budidaya tanaman lebih cepat sehingga lebih cepat panen.

2.    Mudah dalam pembuatannya.

3.    Memperkecil biaya tanam (karena penanaman dari fase tua).

4.    Kualitas hasil panen sama dengan induknya.

Macam-macam perkembangbiakan vegetatif:

1.    Vegetatif Alami

a.    Umbi lapis

Umbi lapis memiliki susunan berlapis-lapis. Bagian tersebut merupakan tunas yang dapat membesar dan berbentuk siung. Contoh tanaman yang berkembangbiak dengan umbi lapis adalah bawang merah, bawang putihm dan bunga lili.

b.    Umbi batang

Umbi batang sebenarnya adalah batang. Pada batang tersebut terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Contoh umbi batang adalah kentang dan ketela rambat.

c.     Umbi akar

Umbi akar adalah bagian akar yang menggembung dan berisi cadangan makanan. Ciri umbi akar adalah umbi tidak beruas-ruas, tidak memiliki mata tunas, dan tidak memiliki kuncup daun. Contoh umbi akar adalah wortel dan dahlia.

d.    Geragih/Stolon

Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar, pada ruas-ruasnya tumbuh tunas baru. Bagian batang yang menyentuh tanah akan tumbuh akar. Bagian batang ini dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru, contohnya tanaman arbei dan rumput teki.

e.    Akar tinggal

Akar tinggal adalah batang yang tertanam dan tumbuh di dalam tanah. Batang tersebut beruas-ruas dan tumbuh mendatar. Di setiap ruas akan tumbuh akar. Contohnya jahe, kunyit, dan lengkuas.

f.     Tunas

Tunas muncul pada pangkal batang. Pangkal batang ini terdapat di dalam tanah. Tunas akan tumbuh menjadi tumbuhan baru dan membentuk rumpun, contohnya tanaman pisang, bambu, dan tebu.

g.    Tunas Adventif

Tunas ini tumbuh tidak diujung batang dan ketiak daun. Tunas ini tumbuh di bagian tumbuhan yang biasanya tidak bertunas, seperti pada bagian daun, contuhnya cocor bebek.

Gambar 1. Macam-Macam Vegetatif Alami

Sumber: Google

2.    Vegetatif Buatan

a.    Mencangkok

Mencangkok adalah membuat cabang batang tumbuhan menjadi berakar.

b.    Setek

Setek adalah perkembangbiakan dengan cara menanam bagian tertentu tumbuhan tanpa menunggu tumbuh akar. Ada tiga macam setek yaitu setek batang (ketela pohon, sirih, tebu), setek tangkai (bunga sepatu), dan setek pucuk (teh, dan jambu monyet).

c.     Okulasi

Okulasi atau tempel adalah cara perkembangbiakan dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan lain. Contoh mangga, jeruk, dan belimbing.

d.    Sambung pucuk (mengenten)

Sambung pucuk dilakukan dengan cara menyatukan pucuk dengan batang bawah tumbuhan, contohnya durian, jambu, bunga sepatu, dan kopi.

e.    Merunduk

Merunduk artinya merundukkan batang tumbuhan hingga ke tanah. Contohnya melati, apel, alamanda, mawar pagar, anggur, dan selada air.

f.     Kultur Jaringan

Dilakukan dengan cara mengambil jaringan pada tumbuhan dan dibiakkan dalam media khusus yaitu bagian jaringan tunas dan daun. Contohnya kelapa sawit dan anggrek.

 


Gambar 2. Macam-Macam Vegetatif Buatan

Sumber: Google

 

Materi Kedua – Membuat Kesimpulan dari Teks yang Dibaca

 

v  Kesimpulan isi bacaan adalah intisari dari sebuah bacaan.

v  Agar dapat menyimpulkan isi bacaan kalian harus membaca seluruh isi paragraf dari teks bacaan.

v  Cara menyimpulkan isi bacaan:

1.    Bacalah secara intensif bacaan dari awal hingga akhir.

2.    Tentukan ide pokok masing-masing paragraf.

3.    Simpulkan isi bacaan berdasarkan ide pokok seluruh paragraf.

v  Kesimpulan yang baik berisikan hal-hal berikut ini:

1.    Pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca

2.    Intisari dari tulisan

3.    Dimulai dari khusus ke umum

4.    Menggunakan kosakata baku

5.    Suatu pernyataan yang dibuat berdasarkan ide pokok dan kata kunci dari kalimat penjelas dengan kalimat sendiri.

 

Materi Ketiga – Sikap yang Mencerminkan Sila Ketiga Pancasila

v  Makna sila ketiga adalah mengutamakan persatuan dan kerukunan bagi seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai perbedaan ras, agama, suku, warna kulit, dan lain-lain.

 



Gambar 3. Sikap yang Mencerminkan Sila Ketiga Pancasila

Sumber: Buku Siswa Tema 1

 

v  Nilai-nilai yang terkandung dalam sila ketiga adalah:

1.    Rasa persatuan dan kesatuan

2.    Rela berkorban demi bangsa dan negara

3.    Cinta tanah air

4.    Memajukan pergaulan yang ber-Bhinneka Tunggal Ika

v  Contoh sikap dalam kehidupan sehari-hari:

1.    Bekerja sama dalam piket kelas.

2.    Bekerja sama dalam melaksanakan kegiatan/pekerjaan di rumah.

3.    Mengikuti ronda atau kegiatan kerja bakti di kampung.

4.    Menggunakan produk dalam negeri.

Nah, demikian materi hari ini. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum anak-anak hebat.

 

Sumber:

Buku Siswa Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup. Kemendikbud. Edisi Revisi 2018.

Buku LKS Logika Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup. Viva Pakarindo. 2021.

 

Jumat, 16 Juli 2021

 


Materi Kelas VI Tema 1 Subtema 1 Pembelajaran 2

Jumat, 16 Juli 2021

 

Hai anak-anak hebat, jumpa lagi kita…

Apa kabar kalian? Semoga selalu dalam lindungan Allah Swt. Aamiin.

Hari ini kita akan mempelajari materi tentang Sikap yang Mencerminkan Sila ke-1 dan ke-2 Pancasila serta Bahan dan Teknik Membuat Patung. Materi kali ini Ibu ambilkan dari Buku Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup dan beberapa buku pendukung lainnya.

Tak lupa Ibu ingatkan anak-anak agar selalu mematuhi protokol kesehatan dan melaksanakan 6 M.

Kita tentunya sudah tahu bahwa dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta yaitu panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar. Pancasila memiliki arti lima dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia.

Berikut ini merupakan sila-sila Pancasila dan lambangnya:


Gambar 1. Pancasila beserta lambangnya

Sumber gambar: https://www.cecepgaos.com/2020/09/lambang-lambang-dan-butir-butir.html

Sila pertama, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa memiliki arti bahwa bangsa Indonesia memiliki kebebasan untuk menganut agama dan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya. Sila ini mengajak manusia Indonesia untuk mewujudkan kehidupan yang selaras, serasi, dan seimbang antarsesama manusia Indonesia, antarbangsa, maupun dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya.

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sila pertama antara lain:

1.    Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2.    Toleransi dan penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain.

3.    Kerukunan antarumat beragama.

 


Gambar 2. Contoh Penerapan Sila Kesatu Pancasila

Sumber: Buku Siswa Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup

 

Sila kedua berlambang rantai. Sila ini berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila kedua mengandung pengertian bahwa bangsa Indonesia diakui dan diberlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya selaku ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, sama hak dan kewajibannya, tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, dan keturunan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam sila kedua antara lain:

1.    Persamaan derajat, harkat, dan martabat manusia.

2.    Menghargai hak asai manusia.

3.    Tenggang rasa dan solidaritas antarsesama manusia.

4.    Perdamaian.

 

Gambar 3. Contoh Penerapan Sila Kedua Pancasila

Sumber: Buku Siswa Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup

 

Sudahkah kalian menerapkan kedua sila tersebut dalam kehidupan sehari-hari?

 

Anak-anak, coba perhatikan!

Gambar 4. Seorang seniman membuat patung

Sumber: Buku Siswa Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup


Proses Pembuatan Patung Nusantara dari Tanah Liat

Pembuatan patung tanah liat dapat dilakukan dengan teknik cetak tekan maupun ukir. Untuk teknik cetak tekan dan ukir, sebaiknya menggunakan tanah liat plastis. Jangan menggunakan tanah yang terlalu lembek karena akan menyulitkan untuk memperoleh bentuk yang tepat, rapi, dan jelas.

Tanah liat yang terlalu lembek akan lengket pada cetakan gips sehingga sulit diangkat dari cetakan dan sulit untuk diukir.

Untuk kegiatan membuat patung Nusantara ini kamu dapat menggunakan tanah liat yang dapat ditemukan di sekitar tempat tinggalmu. Jika di sekitarmu tidak terdapat tanah liat, maka kamu bisa menggunakan lilin atau plastisin. Kamu dapat membuat sendiri adonan plastisin dari tepung dengan langkah-langkah sebagai berikut:

 


Sekarang ambillah adonan plastisinmu yang sudah tersedia. Kamu dapat mencoba berbagai bentuk dengan menggunakan tanah liat atau lilin malam. Biasakanlah tanganmu untuk membentuk desain yang kamu harapkan.

Cobalah beberapa bentuk dengan menggunakan bahan yang sama.  

Anak-anak, demikianlah materi hari ini. Silakan anak-anak memperdalam lagi materi dengan membaca buku ataupun sumber lainnya.

 

Sumber:

Buku Siswa Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup. Kemendikbud. Edisi Revisi 2018.

Buku LKS Logika Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup. Viva Pakarindo. 2021.


Jumat, 14 Agustus 2020

 

PIWELINGE BU GURU

                                                                  Dening Rian Ika Maryani

Saiki wis bedo le,,,nduk

Kahanane ora kaya sing tak rasakke naliko aku cilik

Katon seneng playon ing latar sekolah

Gatheng utawa jethungan

Nembang lan dolanan pasaran

Yen ketemu bu guru tansah sumringah

“Sungeng enjang Bu Guru” swaraku bungah

 

Saiki wis bedo le,,,nduk

Sing paling tok sayang yo amung kotak cilik

Kang iso dipejet-pejet arupa hape lan sakpanunggalane

Arang iso dolan karo kanca

Arang srawung karo tangga

 

Gadget lan tivi dadi simbokmu

Tetembangan wong gedhe dadi embanmu

Pancen akeh sing toksinau

Nanging durung dadi wayahmu ngerteni sak kabehane kui mau

 

Saiki…lali karo kanca….

Lali karo tangga….

 

 

Ana perkara cilik dirampungke nganggo swara

Iso uga nganggo tenaga

Ati dipilara

Awak didu ngasi lara

Lara ora namung ana ing raga

Ati iki lee….nduk… sing nyata-nyata luwih lara

 

Bu guru uga pirsa

Kabeh mau amarga kowe pada rumangsa

Yen paling bener lan paling kuasa

Padha nuladhani apa kang tokdelok ing tivi lan sosial media

Nuladhani simbok sambungmu

Sing saben dina ngancani wayah sepimu

Nalika kowe ditinggal makaryo bapa ibu

 

Thole…genduk kudu eling

Yen urip kui kudu bareng-bareng

Ora iso dhewe

Ora iso saksenenge

 

Kabeh perkara dirampungke

Kanthi ati adem, kanti pikiran tentrem

Ora nganggo tangan, ora nganggo badan

 

 

Le...nduk

Jangkahmu isih dawa

Dalanmu isih akeh godha rencana

Kanggo nggayuh lintang impenmu

Ora namung lantipe pikir ngetung eks kuadrat tambah ye kuadrat

Nanging awakmu kudu nduweni ati kang edi

 

Piwelinge bu guru….

Jaga atimu, jaga lisanmu, lan jaga awakmu

Urip kui ora mung nganggo kapinteran

Nanging ati kang iso laras karo tumindak becik marang sapada-pada

Rabu, 22 Juli 2020

ORGANISASI ASEAN

Nada lagu: Cublak-Cublak Suweng

 

ASEAN terbentuk, 5 – 8 Agustus

Tahunnya 67, di Bangkok Thailand

Lima wakil negara

Sir – sir yo dihapalkan

Yo – yo diingat-ingat

 

Adam Malik RI

Tun Abdul Razak Malaysia

S.Rajaratnam dari negara Singapura

Narsisco Ramos Filiphin

Tha-nat Khoman Thailand

Yo-yo diingat-ingat


Anggota Negara ASEAN

Nada lagu: Sipatokaan

 

Indonesia ibukota Jakarta

Malaysia Kuala Lumpur …. sayang

Singapura di Singapura

Filipina Manila

Thailand Bangkok

 

Brunai Bandar Seri Begawan

Vietnam Hanoi

Laos Vientiane

Myanmar Naypyidaw

Kamboja Pnom Phen

Timor Leste ibukotanya Dili


Kamis, 16 Juli 2020

Sepasang Sendal dan Tuannya

Penulis: Rian Ika Maryani


        Sepasang sendal terdiam di pojok surau. Agaknya ia sabar menunggu Sang Tuan merampungkan sujud terakhirnya. Setelah itu, ia mengamati Sang Tuan khusyuk berdoa. Entah apa yang dimintanya. Pernah ia mencuri dengar, namun sia-sia saja. Sepertinya Sang Tuan sangat pandai menyembunyikan apa yang dia bisikkan kepada Tuhan.

Di sisi lain dari surau itu terlihat pemandangan sarung-sarung kumal yang sudah ditinggal pemiliknya. Bahkan di atas lemari, beberapa mushaf Quran sampulnya sudah sobek berdebu tanpa ada yang memegang. Tiada karpet bersih nan wangi, hanya tikar berlubang sana sini sebagai alas sujud Sang Tuan.

Sejurus kemudian, Sang Tuan beranjak dari duduknya. Kira-kira tujuh langkah dari sholatnya, ia menghampiri sepasang sendal yang sudah setia menunggu sedari tadi. Dipakainya sendal dan berjalanlah Sang Tuan menuju ujung jalan kampung. Tak jauh dari surau, sepasang sendal bertemu dengan kawan-kawannya yang lain. Ada yang berwarna biru terang dan ada yang terbuat dari bahan berkualitas bagus.

Sendal Sang Tuan hari ini ikut ke kelurahan. Mereka menemui pemandangan baru dan ikut berdesak-desakan menunggu giliran pembagian sembako.

Satu sendal berbisik kepada sendal lainnya, “Lihatlah Kanan! Alangkah mulianya teman-teman kita. Masih bagus dan dirawat pemiliknya”

“Sepertinya kamu perlu mengingat, Kiri. Kita memang lebih jelek dari mereka, tapi kita akan bersaksi di hadapan Tuhan saat waktunya nanti”, ujar sendal Kanan.

“Mereka bagus dan terawat karena pemiliknya orang berada daripada tuan kita. Tapi seberapa sering mereka diajak tuannya mengunjungi satu-satunya surau di kampung ini? Pernahkah kau melihat mereka sebelumnya? “ Sendal Kanan melontarkan tanya pada Sendal Kiri.

“Kita akan membuat persaksian pada saatnya nanti. Seberapa sering kita menunggui tuan kita berlama-lama di surau kecil itu. Betapa sabarnya tuan kita dalam sehari semalam merajut doa pada tujuh waktu yang ia punya. Bahkan saat hujanpun, kita diminta setia mengantarkan tuan hanya untuk bermesraan dengan Sang Pencipta.

_Ramadhan 1441H_



Kamis, 26 Maret 2020


VIRUS NOVEL CORONA
Virus ini membuat heboh dunia beberapa bulan belakangan. Virus ini ditakuti karena mudah menular dan menimbulkan penyakit saluran pernapasan berat. Virus ini belum ada obat dan vaksinasinya. Nama virus ini adalah Novel coronavirus (2019-nCoV). Nama corona berasal dari Bahasa latin corona dan Bahasa Yunani korone yang artinya mahkota atau lingkaran cahaya. Nama itu diberikan karena bentuk virus ini mirip mahkota atau corona matahari. WHO kemudian memberi nama virus ini COVID-19.
Virus COVID-19 ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China, pada Desember 2019. Saat ini virus sudah menjadi wabah dunia. Virus akan menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan paru dengan gejala demam tinggi, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, sakit kepala, diare, dan letih lesu.
Cara penularan:
1.    Virus ini mudah menular melalui percikan cairan bersin, batuk, air liur, atau ingus penderita.
2.    Bila seseorang terinfeksi virus ini lalu bersin atau batuk tanpa ditutup masker, maka virus bisa menyebar dan menulari orang di sekitarnya.
3.    Bila orang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk ditutup tangan, lalu ia memegang handle pintu, escalator, angkutan umum, maka virus ini akan bertahan hidup beberapa saat.
4.    Bila ada orang yang langsung menyentuh pegangan ini, lalu mengusap hidung atau wajah maka orang itu bisa tertular.
Cara pencegahan:
1.    Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
2.    Saat di tempat umum dan menyentuh berbagai benda, hindari menyentuh area muka sebelum cuci tangan.
3.    Gunakan masker saat berada di tempat umum.
4.    Jaga jarak setidaknya 1 meter atau hindari orang yang sedang batuk atau bersin.
5.    Jaga kesehatan dan kebersihan tubuh, makan makanan bergizi seimbang, rajin berolahraga, istirahat cukup, serta hindari makanan yang tidak bersih dan kurang matang.

Sumber: Bobo Nomor 47 Tahun XLVII, terbit 27 Februari 2020 halaman 14-15.

Rabu, 07 Agustus 2019

Cerita Anak


Kebun Ajaib Ibu Tania

            Ibu Tania adalah seorang ibu yang rajin melakukan kegiatan di rumah. Setiap pagi setelah ibu Tania menyelesaikan kegiatan di rumah, beliau merawat dan menyiram kebun yang ia rawat sendiri. Ibu Tania memang pandai dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Halaman yang sempit beliau tanami dengan berbagai macam tanaman berupa tanaman hias, sayur-sayuran, buah-buahan, dan beberapa macam rumput perdu. Beliau menggunakan lahan sempit dengan bertanam hidroponik.
            Lain dengan ibunya, Tania termasuk anak yang pemalas. Jangankan membantu pekerjaan rumah, merapikan tempat tidurnya sendiri ia malas-malasan. Melihat ibunya telaten merawat tanaman tidak membuat dirinya ikut membantu. Tania banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online di handphone.
            “Tan, sini bantu ibu!”
            “Aku sibuk Bu. Jangan ganggu aku, ini baru seru-serunya Bu”, kata Tania.
            Ibu Tania hanya menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Ia tahu anaknya pasti tidak tertarik dengan kegiatan tanam-menanam seperti yang dilakukannya. Memaksanya sama artinya dengan membuat tanaman yang ditanam berantakan. Begitulah sifat Tania.
            Malam ini Tania susah terpejam, tangannya sibuk menepuk udara. Ia mencari beberapa nyamuk yang nakal mengisap darahnya dan meninggalkan gatal yang kurang nyaman dirasa. Ia berpikir bahwa nyamuk-nyamuk itu datang karena ibunya membuat halaman menjadi penuh tanaman. Pasti nyamuk senang bermain dan tinggal pada sela-sela daun di kebun ibunya. Begitu pikirnya.
            Ketika pagi menjelang, ia melihat ibunya sudah asyik merawat tanaman lagi. Tania agaknya mengantuk karena semalam ia kurang tidur. Beberapa titik di kulitnya berwarna merah dan bentol-bentol tanda ia digigit nyamuk.
            “Bu, nanti Tania ijin beli lotion kulit yang anti gigitan serangga ya Bu “
            “Sekalian belikan ibu pupuk ya Nak, nanti ibu beri catatan apa yang harus kamu beli di toko Subur Makmur Jaya”, ibunya berdiri bersiap ke dalam rumah mengambil uang.
            “Bu, buat apa sih Ibu menanam tanaman ini? Menurutku tanaman di kebun kita kebanyakan. Coba ibu lihat, kebun sekecil ini ibu tanami banyak sekali tanaman”
            “Semalam Tania digigit nyamuk banyak nih Bu. Pasti nyamuknya sembunyi dan tidur disela-sela daun tanamannya Ibu. Ini malah ibu mau menambah dengan tanaman rumput. Duuh… Nanti anakmu ini bentol-bentol lho Bu” kata Tania sambil memegang tanaman dalam polybag yang berbentuk rumput.
            “Sudah sana, katanya mau beli lotion. Ibu titip ya, tolong belikan pupuk. Tanaman Ibu butuh makan. Biar gendut seperti kamu” Ibu Tania tersenyum lagi. “Kapan-kapan ibu cerita ke Tania mengapa Ibu suka berkebun”
            Malam harinya Tania sudah terlelap sejak lepas Isyak. Ia kelelahan karena hari ini ada kegiatan berenang bersama teman-teman sekelasnya. Saking lelapnya ia lupa mengoleskan lotion ke seluruh tubuhnya. Ketika pagi datang Tania terkaget-kaget, tubuhnya tidak banyak digigiti nyamuk. Ia berpikir siapa yang mengoleskan lotion anti nyamuk ke tubuhnya. Ia melihat lotion yang ia beli masih utuh, belum ada yang membuka.
            “Tan, bagaimana tidurnya? Nyenyak sekali ya, karena kamu kecapekan renang” kata Ibu.
            “Iya Bu. Tania sampai lupa. Tidak mengoleskan obat anti nyamuk ke kulit Tania. Tapi kok Tania tidak digigit nyamuk ya”
            “Tania ingat kemarin Ibu menanam beberapa buah polybag yang isinya rumput?”
            Tania mengangguk.
            “Tanaman itu adalah serai wangi, Nak. Selain digunakan untuk penyedap makanan dan minuman tanaman serai wangi juga bisa mengusir nyamuk. Makanya Ibu menanam serai wangi dan meletakkannya di bawah jendela kamar agar nyamuk tidak masuk ke kamar kita”
            “Begitukah Bu?” Tania kurang percaya.
            “Tania, semua yang diciptakan Tuhan bermanfaat. Termasuk tanaman yang Ibu tanam. Kakekmu dulu adalah seorang petani yang sukses di desa dan ibu mewarisi hobi menanam dari beliau. Coba Tania ingat, waktu malam-malam Tania ingin mi goreng, itu Ibu ambilkan tomat, cabai, seledri, dan wortel dari kebun ini. Jadi kebun ibu bisa bermanfaat menjadi warung hidup ataupun apotek hidup. Kamu mengerti kan? Coba cari di handphonemu apa itu warung hidup, jangan hanya game melulu”
            Tania kemudian mengambil handphone dan mencari apa yang dimaksud ibunya. Ia kemudian senyum tanda mengerti maksud ibunya. Ia berjanji mulai besok akan rajin membantu ibunya merawat kebun yang sudah banyak berjasa untuk keluarganya itu. Ajaib bukan ada warung dan apotik hidup di depan rumahnya. Butuh apa tinggal petik selama tanaman yang dimaksud ada di kebun.

Karya: Rian Ika Maryani

Selasa, 23 Juli 2019

Matematikaku ...

Latihan Soal Kelas VI

Hari, tanggal: Selasa, 23 Juli 2019

Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan langkah-langkah pengerjaan!

1. Dieng merupakan daerah dataran tinggi Indonesia. Dieng pernah mengalami suhu dingin ekstrim. Pada tahun 2012, suhu dingin ekstrim Dieng mencapai -6 derajat celcius. Pada tahun 2016 suhu dingin ekstrim Sieng mencapai -2 derajat celcius. Kapan Dieng mengalami suhu dingin terekstrim?

2. Dhika berada 15 langkah di sebelah kiri tiang bendera. Kemudian Arsya menyusul Dhika dengan berjalan ke kiri 8 langkah dari tiang bendera. Dheri berdiri 17 langkah sebelah kiri tiang bendera. Posisi tiang bendera dianggap titik nol. Tentukan di mana letak Dhika, Arsya, dan Dheri. Gambarkan pada garis bilangan dan urutkan letak mereka dari yang terjauh hingga yang terdekat dari tiang bendera!

3. Seekor siput berada di sumur kering sedalam 6,3 m. Setiap hari siput tersebut bergerak naik sejauh 120 cm dan tergelincir turun sejauh 50 cm. Setelah berapa hari siput dapat naik ke permukaan sumur?

4. Pak Loyd memiliki sumur sedalam 12 meter di bawah tanah. Sumur itu terisi air setinggi 4 meter. Tentukan kedalaman sumur yang tidak terisi air dengan bilangan bulat negatif!

5. Arez memasuki lift sebuah lantai. Kemudian, lift tersebut turun 5 lantai dan naik 2 lantai. Ares turun lagi 8 lantai. Sekarang, Arez berada di lantai 2. Pada lantai berapa mula-mula Arez masuk?

Sumber:
Supermin, dkk. (2017). Matematika untuk SD/MI Kelas VI. Solo: Mediatama. Halaman 9-16.

Jumat, 06 Februari 2015

Langkah Baru, di Kota Baru

Alhamdulillah setelah lama vakum tidak menulis, hari ini aku bisa menulis lagi di media ini. Betapa dalam setahun ini banyak sekali nikmat Allah SWT padaku. Berbagai pelajaran dalam sebuah perjalanan hidup menjadi butiran-butiran mutiara yang sangat berharga. Kini aku di kota baru, kota yang awalnya asing bagiku, namun sekarang menjadi kota yang sangant hommy....

Semoga di kota ini aku dapat mengukir selaksa kenangan indah dan prestasi yang akan mengantarkan anak didikku menjadi insan manusiawi....

Amin...

Love you Kota Magelang,,,
Miss you Kota Jogja........

Senin, 08 Oktober 2012

NASKAH PILDACIL DENGAN TEMA “MUHAMMAD PAHLAWANKU” NABI MUHAMMAD DAN BAYI PEREMPUAN PADA JAMAN JAHILIYAH



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Bapak ibu dewan juri dan hadirin yang saya hormati,
Alhamdulillah puji syukur senantiasa kita panjatkan ke Hadirat Allah SWT byang telah memberikan rahmad dan hidayahNya sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang dirahmati Allah ini.
Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada nabi agung Muhammad SAW yang telah menjadi pahlawan bagi umat Islam di dunia.

Bapak ibu dewan juri dan hadirin yang dirahmati Allah,
Saya dapat berada di depan bapak dan ibu tentunya karena rahmat Allah SWT dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Nah pada kesempatan kali ini kita akan berpetualang ke ratusan tahun yang lalu di jaman Jahiliyah. Kita akan mengingat kembali kisah heroik dari Nabi Kita Muhammad SAW. Ada yang tahu apa arti heroik? Ya, heroik adalah kisah kepahlawanan. Siapa yang disebut pahlawan? Semua orang yang bermanfaat dan menolong orang lain adalah pahlawan, termasuk juga Nabi kita, Nabi Muhammad SAW.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Pada jaman Nabi Muhammad, kita tidak bisa menemui bayi yang cantik-cantik. Mengapa? Karena pada jaman jahiliyah, setiap bayi perempuan yang baru saja lahir akan dikubur hidup-hidup. MasyaAllah. Setiap ibu yang melahirkan bayi perempuan akan bersedih, karena akan terpisah dengan anaknya. Hal itu karena pada jaman Jahiliyah, bayi perempuan dianggap lemah dan tidak bisa apa-apa. Perempuan dianggap remeh dan tidak sebanding dengan perempuan, padahal di mata Allah setiap insan adalah sama. Apa yang membedakan kita? Hanya keimanan kita.
Nabi Muhammad datang dengan rahmatNya. Beliau memperjuangkan agar setiap bayi perempuan yang lahir tidak dikubur hidup-hidup. Dan Alhamdulillah dengan dakwah Nabi Muhammad, sudah tidak ada lagi bayi perempuan yang yang merana. Alhamdulillah…

Bapak ibu dewan juri dan hadirin yang berbahagia,
Nabi Muhammad adalah Nabi yang membawa manusia ke jaman yang lebih terang dan penuh rahmat. Nabi kita telah memperjuangkan hak hidup perempuan di dunia ini. Hal itulah yang harus kita syukuri. Bagaimana cara kita bersyukur? Kita dapat bersyukur dengan cara meneladani sifat beliau. Di dalam Quran Surat Al Ahzab ayat 21 Allah berfirman: “ Sungguh telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi norang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah “
Hadirin rakhimakumullah,
Betapa indahnya ketiaka semua manusia di dunia ini meneladani sifat Nabi Muhammad SAW. Yang cakep semakin cakep, yang cantik semakin cantik. Wajahnya, tingkah lakunya, dan hatinya. Semoga kita adalah ummat beliau yang beruntung mendapat syafaat pada Yaumul Akhir nanti.

Hadirin yang berbahagia,
Kiranya sekian dari saya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita tadi. Ada nasi sayur pepaya, dimakan bersama ikan gurami.Ada kebaikan datangnya dari Allah SWT, ada kekhilafan itu dari saya sendiri,

Billahitaufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh